Kamis, 24 Mei 2012

Shogun sebagai warisan klan Minamoto


Sebelum Yoshinaka tewas, Yoshinaka terlebih dahulu berhasil memaksa kaisar Go-Shirakawa untuk mengangkatnya sebagai sei-i-tai-shogun. Jabatan shogun hanya dikuasai Yoshinaka dalam waktu pendek karena tak lama kemudian Yoshinaka tewas ditangan sepupunya Yoshitsune dalam pertempuran Awazu. Setelah memenangkan perang Genpei, Minamoto no Yoritomo khawatir adiknya Minamoto no Yoshitsune akan mengangkat senjata merebut kekuasaan klan Minamoto dari tangannya.
Maklumlah, sebagian dari kemenangan klan Minamoto dalam perang Genpei berasal dari keberhasilan pasukan pimpinan dua adiknya Noriyori dan Yoshitsune dalam memenangkan pertempuran demi pertempuran. Akhirnya Minamoto no Yoshitsune sendiri dipaksa bunuh diri bersama istri dan anak-anaknya. Kakaknya Minamoto no Noriyori sendiri tewas dalam kecelakaan berburu tak lama setelah menolak perintah Yoritomo untuk menangkap Yoshitsune. Rumor mengatakan Yoritomo juga khawatir kalau Noriyori memberontak jika Yoritomo menghabisi adik mereka berdua Yoshitsune, sehingga Noriyori juga harus disingkirkan.
Setelah Yoritomo tak punya saingan lagi untuk menguasai klan Minamoto, Yoritomo diangkat menjadi shogun kedua dari klan Minamoto sekaligus shogun pertama jaman Kamakura. Yoritomo melanjutkan sistem yang dipakai rival ayahnya, Taira no Kiyomori, dengan menetapkan kekuasaan tertinggi pemerintahan berada ditangan kasta samurai dengan kaisar sebagai simbol. Mulai sejak itu pula ditetapkan, gelar shogun hanya diberikan kaisar untuk keturunan klan Minamoto.
A)    System pemerintahan keshogunan awal
Awal keshogunan dimulai saat kelas penguasa ( kaum aristokrat ) mendapat kekuatan dan legitimasi dari kaisar yang berkuasa pada saat itu, ini semua berkat usaha mereka mendekati dan mempengaruhi kaisar. Mereka berasal dari kalangan kaum tani kaya yang membentuk suatu perkumpulan keluarga dari klan-nya sendiri dan mereka berhasil menemukan dasar yang baik untuk menggalang kekuatan melalui pengelolaan pertanian yang baik. Berpangkal pada ikatan-ikatan itulah mereka berhasil mengukuhkan kelas penguasa tradisional dan menciptakan masyarakat feodal baru.
Pemerintahan ke-Shogun-an terbentuk pada periode Kamakura antara tahun 1192-an M. Kalau sejak periode Nara dan Heian, kekuasaan pemerintahan dapat dikatakan berada secara langsung dalam tangan kaisar . Yang kemudian pada periode selanjutnya di serahkan kepada pejabat tinggi kerajaan, yang biasa kita kenal sebagai Wasir (perdana menteri), tetapi pada periode kamakura ini mulailah pemerintahan dipegang oleh kaum samurai.
Di tahun 1192 ini, kaisar menunjuk Minamoto no Yoritomo sebagai Shogun pertama di jepang. Shogun sendiri mempunyai arti panglima tertinggi tentara. Tapi sebelum kaisar menunjuk Minamoto no Yoritomo sebagai Shogun , Minamoto no Yoritomo telah lebih dahulu mengangkat dirinya sebagai shogun yang pertama. Dan akar politik ke-Shogun-an selanjutnya berasal dari periode Kamakura ini. Pada periode ke-Shogun-an ini, kaum samurai diangkat sebagai polisi dan pemungut pajak dan ditempatkan pada semua distrik di seluruh kerajaan. Di periode ini muncul sekte budha baru dengan doktrin-doktrinnya yang tersebar amat cepat ke dalam kalangan rakyat jepang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar