Jumat, 25 Mei 2012

Peran Amerika dalam Perang Dingin

Setelah perang Dunia II, tampak seolah-olah pengikut komunis Yunani, dengan bantuan dari Negara-negara tetangga yang telah menjadi negara satelit Rusia, akan mengambil alih kekuasaan di negeri tersebut. Pihak yang mendukung Barat, Kerajaan Yunani yang anti komunis melakukan upaya kecil untuk meningkatkan kondisi ekonomi bangsa yang buruk. Sementara itu, Inggris menginformasikan kepada Amerika Serikat bahwa Inggris akan memikul beban keuangan untuk membantu Yunani dan tetangganya, Turki. Pada waktu yang bersamaan Uni Soviet terus menekan Turki agar mengakuinya melakukan pengawasan bersama terhadap selat Dardanella dan Bosporus.

Jika Yunani dan Turki menjadi komunis, berarti Rusia akan mendominasi bagian timur Mediterania, dan bagi pihak Barat hal itu sekaligus merupakan ancaman terhadap hubungan mereka dengan Timur Tengah yang kaya minyak serta rute pelayaran ke Timur jauh. Oleh karena itu, presiden Truman memutuskan untuk mengambil pendirian tegas terhadap Uni Soviet dan para pendukungnya. Dalam tahun 1947, Truman meletakkan kebijakan yang kemudian menjadi dasar politik luar negeri terhadap Uni soviet.

Oleh karena tekanannya pada perintangan ekspansi komunisme lebih jauh, maka Truaman Doctrine di anggap memprakarsai suatu containment policy ( politik penahanan). Dalam penerapannya, Amerika Serikat membangun kekuatan bersenjatanya sendiri dan memeberikan bantuan militer dan ekonomis terhadap bangsa bangsa yang terancam. Yunani dan Turki merupakan dua Negara yang pertama kali mendapatkan manfaat dari containment policy tersebut. Congress Amerika Serikat menyediakan dana sebesar $400 milliar untuk bantuan ekonomis dan militer kepada mereka dalam tahun 1947, misi misi militer segera di gerakkan kepada kedua Negara tersebut, dan akhirnya keduanya tidak menjadi satelit Uni Soviet.

Walaupun demikian ada beberapa oposisi terhadap Truman doctrine tersebut. Berbagai kecaman menyebut bahwa amerika serikat sedang menjamin Inggris ( balling out the British), membuat benci orang orang Rusia, melangkaui PBB, mendukung pemerintahan yang tidak demokratis di Yunani dan Turki, dan menghamburhamburkan uang.

Marshall plan

Kelaparan, kemiskinan, keputus asaan, dan kekacauan merundung jutaan manusia selama berlangsungnya perang dunia II. Dalam tahun 1943, PBB-UNO yang sesungguhnya belum berdiri secara resmi membentuk suatu organisasi yang bernama United Nations Relief and Rehabilitation Administration ( UNRRA ), untuk menolong korban korban perang, orang orang terlantar yang negerinya di duduki oleh penyerang, menerima dari UNRRA bantuan berupa makanan, pakaian, obat obatan, dan perlengkapan hidup lainnya.
UNRRA yang terutama  di danai oeh Amerika serikat, menolong jutaan manusia dari kelaparan. Akan tetapi, dengan bantuan ini di khawatirkan bahwa orang orang akan terperangkap dalam kebiasaan menerinm pertolongan, bukan berbuat banyak untuk menolong dirinya sendiri. Kekhawatiran inilah yang mendorong menteri luar negeri Amerika serikat, George G. Marshall, dalam tahun 1947 merekomendasikan suatu program yang lebih konstruktif untuk menggantikan  UNRRA. Program inilah yang kemudian di kenalsebagai Mashall plan.

Marshall menyarankan kepada bangsa bangsa di eropa agar bekerja sama menyusun daftar kebutuhan  kebutuhan mereka dan sumber sumber yang mereka miliki. Selanjutnya mereka di minta merencanakan cara cara menolong diri mereka sendiri dengan bekerja sama satu dengan yang lain. Setelah ini di lakukan, Amerika Serikat, demikan kata Marshall, kan menyediakan dana bagi mereka untuk memperbaiki kerusakan kerusakan yang di akibatkan oleh perang dunia II dan membangun diri mereka sendiri seara ekonomis. Usul ini yaitu “ the European Recovery program ( ERP ),” secara poluler di kenal sebagai Marshall Plan.

Dalam rangka Marshall plan ini, Amerika Serikat mengalirkan dana sebesar 12 milliar dollar kapada 16 negara/bangsa di Eropa antara 1948 dan 1952. Dari dana yang di alirkan itu, sebagian besar kembali lagi ke Amerika Serikat dalam bentuk pembelian mesin mesin dan baranga barang produk Amerika Serikat.

Marshall plan mengangkat semangat semangat bangsa bangsa di eropa dengan mendemonstrasikan bahwa Amerika serikat bersedia membagi kekayaannya kepada bangsa bangsa yang kurang beruntung. Pemulihan besar yang di hasilkan dalam perekonomian eropa menjamin lebih banyak lagi langganan bisnis Amerika serikat. Dengan keberhasilan menciptakan kebiasaan bekerja sama dengan bangsa bangsa di Eropa itu, Marshall plan dianggap berhasil memajukan persatuan dan kesatuan Eropa. Dengan demikian, laju penyebaran komunisme dapat di perlambat.

Dalam mengajukan sarannya, Marshall menyatakan bahwa politik  amerika serikat tidak di tujukan untuk menentang negeri atau doktrin manapun. Walaupun demikian, uni soviet menolak bantuan lewat Marshall plan serta melarang Negara Negara setelitnya menerima bantuan bantuan semacam itu. Uni soviet mengutuk marshall plan sebagai suatu rencana Imperialis dollar untuk menempatkan seluruh eropa di bawah dominasi ekonomi Amerika serikat.

Dalam tahun 1949, Uni Soviet menandingi Marshall plan dengan Molotov plan, yang bertujuan untuk mengikat Negara Negara satelitnya lebih dekat kepada uni soviet sear ekonomis. Adanya marshall plan dan Molotov plan menyebabkan perdagangan antara Eropa bagian Barat dan Eropa bagian Timut menurun secara tajam.

Sebagian kecil rakyat Amerika Serikat mengkritik Marshall Plan, para pengecam meragukan manfaat dana yang begitu besar yang di gunakan untuk itu, sehingga mereka menyebutnya sebagai “ operasi pemborosan habis habisan. Ada juga beberapa yang mengecam rencana rensana bantuan luar negeri di kemudian hari, karena bantuan itu tidak berakhir dengan berakhirnya Marshall plan dalam tahun 1952. Rencana rencana selanjutnya di tekankan pada bantuan militer bagi semua Negara non komunis, jadi tidak terbatas hanya untuk Eropa.

Membantu Tito

Dalam rangka pelaksanaan countaimnet policy, Amerika Serikat juga membantu Negara komunis Yugoslavia. Sebagian orang Amerika Serikat menyebutkan bahwa tindakan Amerika Serikat memberikan bantuan kepada dictator Tito dari Yoguslavia ini sebagai tindakan gila. Itulah aksi orang orang Amerika Serikat ketika dalam tahun 1947 Amerika Serikat menyediakan pinjaman, mesin mesin, pasar, dan perlengkapan militer buat tito.

Dari sudut pandang pemerintah, bantuan kepada Yoguslavia ini di berikan karena Tito bari saja memutuskan hubungan dengan kekuatan komunis Rusia ( Uni soviet ). Dengan semangat nasionalistis yang kuat, Tito merasa kewalahan di bawah domonasi Uni soviet. Setelah pecah dengan Uni soviet, Yugoslavia tetap sebagai Negara komunis. Akan tetapi, dengan bantuan yang di berikan kepada Yugoslavia, Amerika Serikat dapat mendorong Negara Negara satelit Uni Soviet lainna melepaskan diri dari ikatannya dengan Uni Soviet.

Pembentukan NATO

Dalam tahun 1948, kelompok komunis Czechoslovakia yang telah mendapat pelatihan oleh Uni Soviet, mengambil alih penguasaan atas negeri itu. Banyak pihak yang menghawatirkan kejadian di Czechoslovakia ini merupakan satu langkah dalam srtategi stalin untuk mempreteli Negara Negara Eropa satu per satu. Satu tahunn kemudian, Amerika Serikat bersama 11 negara lain tang terletak di kedua sisi laut atlantik menandatangani pakta militer yang terkenal dengan namaNorth Atlantic Treaty Organization ( NATO ) ini, semua anggotanya menyetuji bahwa suatu serangan terhadap salah satu dari mereka di pandang sebagai serangan terhadap mereka semua. Yunani dan Turki kemudian di terima menjadi anggota NATO. Masuknya kedua Negara ini kedalam NATO mengindikasikan bahwa bangsa bangsa yang bergabung kedalam pakta militer tersebut telah siap untuk mempertahankan mediterania dan kawasan timur tengah demikian juga kawasan atlantik utara, Jerman Barat, yang kemudian menjadi Negara merdeka, bergabung dalam NATO dalam tahun 1955.

Cita cita utama pembentukan NATO adalah untuk membentuk satu tentara internasional. Panglima tertinggi NATO pertama yang terpilih adalah perancang D-Day, jenderal Eisenhower, yang dalam melaksanakan tugasnya berhasil menciptakan tentara internasional yang di cita citakan itu.  Denagn gagasan dan pelaksanaan Doctrin Trunman, Marshall Plan, dan bergabungnya Amerika Serikat ke dalam NATO, berarti berakhirlah isolasionisme sebagai tradisi politik Amerika Serikat yang telah berlangsung lama.

Anggota anggota NATO tidak selalu memberikan konstribusi dana dan pasukan yang adil kepada organisasi tersebut. Berbagai perselisihan pendapat di antara anggota anggoatanya mengenai berbagai isu, juga menjadi kendala efektivitas NATO sebagai suatu organisasi.

Pihak komunis menyebut NATO sebagai suaotu konspirsi Negara Negara kapitalis untuk membangkitkan perang terhadap Uni Soviet. Mereka mengutuk NATO sebagai suatu muslihat melangkaui PBB, walaupun pigam PBB mengizinkan persetujuan persetujuan Regional untuk membentuk Collective self-defence ( pembelaan diri bersama ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar